Zunaira Kinara, Pesilat Cilik Palembang yang Bermimpi Tembus Dunia Lewat Pencak Silat
Zunaira Kinara (8), siswi SDN 81 Palembang, raih emas IPSI Sumsel Championship III tingkat nasional. Ia bermimpi tembus kejuaraan dunia dan meraih beasiswa atlet pencak silat.
PALEMBANG – Di antara riuh tawa siswa-siswi SD Negeri 81 Palembang, terselip kisah tentang tekad yang tumbuh diam-diam namun menjulang tinggi. Namanya Zunaira Kinara. Usianya baru 8 tahun. Namun, keberaniannya sudah teruji di gelanggang nasional.
Siswi kelas 3 ini sukses mengharumkan nama sekolah dan daerahnya dengan meraih medali emas dalam Kejuaraan Pencak Silat IPSI Sumatera Selatan Championship III Tingkat Nasional. Sebuah capaian yang tak sekadar prestasi, tetapi juga bukti bahwa mimpi besar bisa lahir dari langkah kecil.
Perjalanan Zunaira bermula dari hal sederhana. Ia mengikuti ayahnya ke kegiatan pencak silat. Dari situlah ia mengenal Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), yang kemudian menjadi rumah keduanya. Di tempat itu, ia menemukan lebih dari sekadar latihan bela diri—ia menemukan dukungan, persahabatan, dan rasa percaya diri.

Lingkungan yang hangat, dorongan dari ayah dan bunda, serta semangat dari pelatih dan teman-teman membuatnya jatuh cinta pada silat. Bukan karena ambisi berlebihan, melainkan karena merasa diterima, disemangati, dan dipercaya.
“Menjadi atlet pencak silat dan membahagiakan orang tua,” ujarnya polos namun penuh keyakinan.
Di balik medali emas itu, ada perjuangan yang tak ringan. Dengan sisa tenaga dan semangat yang terus dijaga, Zunaira tetap berdiri di gelanggang. Ia melawan rasa lelah dan gugup, bersandar pada dukungan pelatih, orang tua, dan para pendukung yang tak henti memberi semangat.
Hasilnya manis. Medali emas pun dibawanya pulang.
“Support terbesar adalah Ayah dan Bunda,” katanya mantap.
Kini, tantangan baru menantinya: mempertahankan gelar dan terus berkembang. Saat rasa ragu datang, Zunaira memilih bercerita kepada ayah dan mamanya—dua sosok yang menjadi penopang terkuat dalam setiap langkahnya. Dari merekalah ia belajar bahwa keberanian untuk bertanding saja sudah merupakan kemenangan.

Mimpinya tak berhenti di podium juara. Zunaira ingin kembali berlaga di kejuaraan nasional, bahkan berkeliling dunia membawa nama Indonesia. Ia juga bercita-cita masuk Akademi Kepolisian melalui jalur prestasi pencak silat.
Namun, ada satu harapan tulus yang ia titipkan: agar atlet-atlet kecil seperti dirinya mendapat beasiswa, sehingga mimpi mereka tidak terhenti karena keterbatasan.
“Ingin mendapat beasiswa bagi para atlet pencak silat kecil seperti saya,” pungkasnya.
Di usia yang masih belia, Zunaira Kinara telah membuktikan bahwa keberanian, dukungan keluarga, dan ketekunan bisa mengubah mimpi menjadi nyata. Dan ini baru permulaan. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.


