Melirik Sejarah dan Daya Tarik Masjid Muhammad Cheng Hoo Palembang
Masjid yang menjadi simbol harmonisasi budaya Islam dan Tionghoa ini didirikan atas prakarsa pengurus Persatuan Islam Tionghoa Indonesia serta tokoh masyarakat Tionghoa di sekitar Palembang.
PALEMBANG – Masjid Muhammad Cheng Hoo atau dikenal juga dengan sebutan Masjid Sriwijaya merupakan sebuah masjid bernuansa Muslim Tionghoa di Kota Palembang, Sumsel.
Masjid yang menjadi simbol harmonisasi budaya Islam dan Tionghoa ini didirikan atas prakarsa pengurus Persatuan Islam Tionghoa Indonesia serta tokoh masyarakat Tionghoa di sekitar Palembang.
Tak hanya sebagai tempat ibadah, masjid ini merupakan cerminan toleransi antarbudaya yang kental.
Penasaran dengan masjid yang satu ini. Yuk, simak informasi berikut!
Sejarah Masjid Cheng Hoo
Masjid Cheng Hoo dibangun oleh Persatuan Islam Tionghoa Indonesia sebagai bentuk penghormatan kepada Laksaman Cheng Hoo dan diresmikan pada tahun 2008.
Masjid Cheng Hoo dibangun di atas tanah seluas 4.990 meter per segi yang merupakan hibah dari Syarial Oesman yang kala itu menjabat sebagai Gubernur Sumatera Selatan.
Laksamana Cheng Hoo sendiri adalah seorang kasim muslim yang menjadi orang kepercayaan Kaisar Yongle dari Tiongkok.

Keberadaannya tak dapat dipisahkan dari Palembang. Sebab, sejak melakukan pelayaran mengelilingi dunia, Cheng Hoo sempat tiga kali datang ke Palembang.
Selain dilakukan oleh para pedagang Arab dan sekitarnya, penyebaran Islam di Indonesia juga dilakukan oleh pedagang asal Tionghoa yang berperan menyebarkan Islam di daerah pesisir Palembang, termasuk Laksamana Cheng Hoo.
Laksamana Cheng Hoo membentuk masyarakat Tionghoa Islam di Kota Palembang yang memang sudah ada sejak zaman Sriwijaya. Komunitas Tionghoa-Muslim yang telah lama menetap itu, berbaur dengan masyarakat setempat di Palembang.
Maka dari itu, sebagai wujud penghormatan atas sosok Cheng Hoo dibangunlah Masjid Cheng Hoo dengan arsitektur berupa perpaduan budaya Tiongkok, Islam, dan Palembang.
Daya Tarik Masjid Cheng Hoo
Masjid Cheng Hoo memiliki daya tarik yang membuatnya menjadi tempat yang sering dikunjungi.
Jika dilihat dari kejauhan, masjid ini terlihat begitu mencolok dengan bangunan utamanya yang didominasi warna pink dengan pilar-pilar berwarna merah.
Di bagian atapnya, terdapat kubah berwarna hijau dengan bulan sabit dan bintang layaknya masjid-masjid di Timur Tengah. Sementara pada keempat sudut bangunan teedapat atap berbentuk limas yang menjadi ciri khas rumah adat Palembang.
Di masjid ini juga ada dua pagoda berwarna merah yang mempunyai menara lima tingkat. Tinggi menara mencapai 17 meter yang melambangkan jumlah rakaat shalat.
Di lantai dasar, ada tempat wudhu, sementara di bagian luar menara ada ornamen khas Palembang berupa tanduk kambing.
Jika masuk ke dalam masjid, jamaah akan mendapati warna merah yang identik dengan budaya Tionghoa. Desain pintu utama, tiang dan juga ornamen pagar pembatas di bagian atas menambah nuansa Tionghoa.
Lokasi Strategis
Masjid Muhammad Cheng Hoo berlokasi di Kompleks Perumahan Amin Mulia, Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu 1. Tepatnya di depan Pasar Induk Jakabaring, Palembang.
Untuk sampai di masjid ini, detikers memerlukan waktu sekitar 15 menit dari Kota Palembang yang berjarak 7,3 km dengan mengendarai sepeda motor.
Selain fasilitas standar masjid seperti area parkit, tempat wudhu dan toilet, masjid ini juga menyediakan fasilitas lain seperti perpustakaan, AC hingga ruang serbaguna, (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


